Ketika transaksi operasional sudah terjurnal dengan benar, laporan laba rugi dan neraca sebenarnya hanya perlu dibuka. Namun otomatisasi hanya bekerja jika beberapa syarat dipenuhi lebih dulu.
Syarat agar laporan otomatis benar
- Periode fiskal aktif dan sesuai. Pastikan tahun buku yang sedang berjalan sudah dibuka, karena transaksi tidak dapat diposting ke periode tertutup.
- Bagan akun lengkap. Setiap akun harus punya pos laporan, sehingga sistem tahu apakah ia masuk neraca atau laba rugi.
- Pemetaan akun pada modul terkait. Akun piutang, hutang, persediaan, dan pajak harus dipetakan agar transaksi penjualan dan pembelian menjurnal ke tempat yang tepat.
- Transaksi diposting, bukan sekadar disimpan. Dokumen yang masih berupa draf tidak memengaruhi laporan.
Alur dari transaksi ke laporan
- Transaksi dicatat pada modulnya, misalnya pesanan penjualan atau penerimaan barang.
- Sistem membentuk jurnal otomatis ke akun yang sudah dipetakan.
- Buku besar menampung semua mutasi beserta saldo tiap akun.
- Laporan laba rugi dan neraca dibuka dari halaman laporan, mengikuti periode yang dipilih.
Memeriksa laporan sebelum dipublikasikan
Lakukan beberapa pemeriksaan cepat: bandingkan saldo kas dengan rekening bank, cocokkan saldo piutang dan hutang dengan daftar per dokumen, dan pastikan total debet sama dengan total kredit pada neraca saldo. Selisih kecil biasanya berasal dari satu dokumen yang lupa diposting, bukan dari kesalahan sistem.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menutup periode terlalu cepat sehingga koreksi akhir bulan tertahan.
- Membuat akun baru tanpa pos laporan, sehingga angkanya hilang dari laporan.
- Menggunakan satu akun untuk banyak keperluan, sehingga analisis menjadi tidak tajam.
- Menghapus transaksi lama, padahal seharusnya dinonaktifkan atau dikoreksi dengan jurnal balik.
Rapikan tiga hal - periode, bagan akun, dan pemetaan - lalu laporan bulanan Anda akan selesai dalam hitungan menit, bukan hari.