Lewati ke konten
Aok Portal

Mengatur Hak Akses Pengguna dengan Role dan Menu

Role menentukan apa yang boleh dilakukan pengguna, menu menentukan apa yang terlihat. Ikuti cara menyusun hak akses yang rapi dan mudah diaudit.

Dalam sebuah sistem ERP, tidak semua orang perlu melihat semua hal. Kasir tidak perlu membuka laporan keuangan, dan staf gudang tidak perlu mengubah bagan akun. Pengaturan hak akses memastikan setiap pengguna hanya melihat dan mengerjakan bagiannya.

Role dan menu: dua lapis yang berbeda

Role adalah kumpulan kewenangan, misalnya administrator, sales, atau kasir. Menu adalah pintu masuk ke setiap layar aplikasi. Yang menghubungkan keduanya adalah pemetaan menu ke role. Ketika seorang pengguna diberi satu role, menu yang tampil di sisi kiri hanyalah menu yang sudah dipetakan ke role tersebut.

Menyusun role yang jelas

  • Mulai dari pekerjaan, bukan dari orang. Tentukan role berdasarkan tugas harian.
  • Buat role sesedikit mungkin, karena role yang terlalu banyak sulit dirawat.
  • Pisahkan kewenangan menyetujui dokumen dari kewenangan membuatnya.
  • Tinjau role setiap kali ada perubahan organisasi.

Mengelola pengguna

Satu pengguna dapat memiliki lebih dari satu role. Saat menambahkan pengguna baru, pilih role yang paling dekat dengan tugasnya, lalu informasikan kredensial awal dan minta dia mengganti kata sandi pada login pertama. Pengguna yang sudah tidak bekerja sebaiknya dinonaktifkan, bukan dihapus, agar riwayat transaksinya tetap utuh.

Menjaga agar tetap rapi

  • Uji setiap role baru dengan akun percobaan sebelum dipakai sungguhan.
  • Catat siapa yang meminta dan menyetujui setiap perubahan akses.
  • Periksa kembali daftar pengguna aktif setiap kuartal.

Hak akses yang rapi bukan sekadar soal keamanan, tetapi juga soal kenyamanan: setiap orang bekerja dengan layar yang relevan, dan tidak ada data yang terbuka tanpa alasan.

Kembali ke blog